Pendidikan yang Berpihak pada Peserta Didik dalam Pendidikan Abad ke-21
Pendidikan yang memerdekakan peserta didik adalah suatu proses pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan meletakkan unsur kebebasan anak didik untuk mengatur dirinya sendiri, bertumbuh dan berkembang menurut kodratnya secara lahiriah dan batiniah. Pendidikan merupakan upaya untuk membina, menuntun “segala aspek” yang melekat pada kemanusiaan peserta didik. Peserta didik ingin mencapai manusia merdeka karena ia ingin memaknai eksistensinya sebagai manusia yang beradab (mandiri) dan tidak bergantung pada orang lain. Pendidikan dan pengajaran merupakan sarana membina, menuntun pola berpikir anak didik baik akal budi teoritis maupun akal budi praktis mereka demi membentuk pribadi yang berpengetahuan dan beretika.
Dasar-dasar Pendidikan Ki Hajar
Dewantara dan Perjalanan Pendidikan Indonesia yang dikaitkan dengan topik lain
yaitu: 1) identitas manusia Indonesia adalah unik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
saja; 2) identitas manusia Indonesia sebagai manusia Bhiineka Tunggal Ika; 3)
manusia Pancasila dan manusia yang religius adalah saling terkait; 4) identitas
manusia Indonesia menjadi sebuah landasan mengimplementasikan Pendidikan Nasional.
Menurut Ki Hajar Dewantara “Anak-anak hidup dan bertumbuh sesuai kodratnya
sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu”. Dari
Pandangan Ki Hajar Dewantara tersebut, akan mengantar kita pada pemahaman pendidikan
yang memerdekakan peserta didik. Ki Hajar Dewantara mempunyai keyakinan bahwa
untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka Pendidikan menjadi salah
satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan
tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Pendidikan Indonesia melalui proses
yang panjang dan dalam proses tersebut menyelaraskan dengan identitas manusia
Indonesia itu sendiri, nilai kultural serta nilai-nilai luhur yang dijadikan
akar dalam menyusun pendidikan karakter guna tetap mempertahankan identitas
atau kekhasan manusia Indonesia. Pendidikan tidak hanya membantu untuk memahami
keragaman, tetapi juga melestarikan, menemukan nilai-nilai yang menyatukan, dan
melawan segala bentuk yang merongrong kesatuan.
Proses belajar disesuaikan dengan fase
perkembangan peserta didik dan kultur yang berbeda-beda di setiap daerah.
Pendidikan keagamaan sebagai implementasi dan penggambaran atas identitas
manusia Indonesia yang religius sebagai bangsa yang berketuhanan. Identitas
manusia Indonesia adalah manusia yang mempunyai nilai kemanusiaan tinggi,
meliputi nilai kebhinekaan, nilai Pancasila, dan nilai religiusitas yang
dijadikan sebagai panduan, norma dan landasan implementasi Pendidikan Nasional
yang bertujuan untuk mewujudkan pelajar sepanjang hayat yang berkarakter
Pancasila.

Komentar
Posting Komentar